Tanggal 10 Agustus 1989, suatu hari yang tenang di Rusia berubah menjadi
menegangkan di sebuah pangkalan radar militer Uni Soviet. Layar monitor
mendeteksi gerakan cepat sebuah UFO. Kontak komunikasi pun dibuka,
namun tidak direspons.
Sesuai prosedur, alarm siaga dibunyikan. Dan satu skuadron pesawat
pemburu MIG-25 disiapkan untuk melakukan penyergapan. Upaya komuniksi
terus dilakukan, namun UFO tersebut tetap tidak merespons. Komandan
skuadon MIG terus mencoba mengontak benda terbang aneh tersebut. Namun
kontak radio tak berbalas. Maka skuadron MIG membentuk formasi tempur.
UFO bersiap melarikan diri, namun dikepung rapat. Ketika masuk dalam
jarak tembak, sebuah MIG melepaskan sejumlah rudal. Sebuah ledakan keras
terdengar dan UFO tersebut oleng, mengarah tajam ke bawah ke gugus
Pegunungan Kaukasus. Agaknya tembakan misil udara ke udara itu mengenai
sasarannya.
Tim militer kemudian melacak lokasi jatuhnya UFO tersebut dengan
menggunakan helikopter Mi-8. Setelah berputar-putar sekian lama, mereka
menemukan puing UFO tersebut di luar wilayah Nizhnizy Chegem. Dari dekat
terlihat benda misterius berbentuk cerutu tersebut berukuran panjang 6
meter dan tinggi 3 meter.
Menggunakan pakaian khusus anti radiasi, tim militer melakukan
pemeriksaan. Ternyata di sekitar lokasi terdapat jejak radiasi. Meskipun
pakaian mereka dirancang untuk menahan radiasi, toh beberapa personel
militer belakangan diketahui terkena efek radiasi.
![]() |
Lantas puing UFO dievakuasi dengan helikopter angkut ke Pangkalan
Udara Mozdok. Tim penyelidik memasuki bangkai UFO tersebut dan
mengumpulkan sejumlah bukti berupa instrumen panel pesawat dan perangkat
elektronik yang berteknologi sangat canggih. Mereka juga menemukan tiga
jasad alien (dua di antaranya sudah mati dan satu masih hidup). Dua
alien tersebut diduga tewas akibat tertimpa komponen pesawat bagian atas
dalam pendaratan darurat setelah tertembak jatuh.
Hasil penelitian yang dilakukan tim ahli Anton Anfalov, Lenura Azizova
dan Alexander Mosolov menyebutkan, mereka berupaya menyelamatkan nyawa
alien yang masih hidup itu, namun semua usaha itu gagal. Jasad alien
tersebut diidentifikasi setinggi 1-1,2 meter dengan pakaian berwarna
kelabu. Kulit mereka berwarna campuran hijau kebiruan dengan tekstur
kulit kasar mirip reptil.
Mereka tidak memiliki rambut, bermata hitam besar dilindungi kelopak jari-jari panjang dan tangan kurus memanjang.
Aneka Jenis Alien
Berdasarkan hasil rekapitulasi dari sejumlah besar laporan kontak
manusia dengan spesies alien yang disebut juga extraterrestrial, ada
benang merah persamaan identifikasi wujud mereka yang tampak di Afrika,
Amerika, Eropa, Asia dan Australia. Makhluk-makhluk itu berkendara UFO
(unidentified flying object) yang ragam jenisnya juga berbeda-beda.
Setidaknya laporan yang diyakini berdasarkan keterangan saksi mata
terpercaya dan dokumentasi intelijen, ada beberapa jenis kelompok alien
yang pernah singgah ke bumi. Alien-alien ini terdiri dari ras-ras yang
berbeda secara deskripsi fisiknya.
Ada alien yang bertubuh hijau (green), abu-abu (grey) dan cokelat
(brown). Namun rata-rata memiliki ukuran tubuh kerdil dan kecil jika
dibandingkan dengan manusia. Tingginya kira-kira pada kisaran 90 cm-150
cm, berkepala lebih besar, bertangan kurus panjang atau pendek, berjari
kurus berselaput atau tidak, bermata legam (hitam) besar, berkulit
licin, berkerut atau kasar seperti reptil.
![]() |
Secara umum, bentuk utama tubuhnya hampir sama dengan manusia,
memiliki sepasang tangan, kaki, berkepala, memiliki kuping dan hidung
serta mulut. Namun soal ukuran alat-alat indera dan organ tubuh itu
tentunya berbeda. Ada alien yang berbibir tipis, tidak berbibir, tidak
berambut, tidak memiliki cuping telinga seperti orang, dan hidung mereka
hanya berupa lubang atau sangat pesek dan kecil.
Berdasarkan kebocoran data intelijen, sistem pernapasan mereka hampir
mirip dengan organ paru-paru pada manusia. Artinya, kemungkinan besar
mereka bernapas dengan udara yang mengandung oksigen juga. Namun bukti
yang tersisa menunjukkan, teknologi mereka jauh lebih maju daripada
teknologi manusia bumi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar